Pertanyaan apakah Bitcoin (BTC) akan mencapai $100.000 sebelum tahun 2026 kini menjadi fokus utama di kalangan investor dan analis. Saat pasar memasuki periode volatilitas pasca reli besar pada tahun 2025, sentimen terbagi tajam. Beberapa ahli memprediksi level tertinggi baru didorong oleh adopsi institusional yang kuat, sementara yang lain memperingatkan potensi koreksi yang signifikan berdasarkan siklus historis pasar kripto.
Sinyal Pasar Prediksi: Keyakinan yang Terbagi
Pasar prediksi, yang mengumpulkan taruhan uang nyata pada hasil di masa depan, menunjukkan sentimen yang ambigu. Saat ini, beberapa pasar menetapkan probabilitas antara 50% hingga 65% bahwa Bitcoin akan melampaui $100.000 sebelum Januari 2026. Angka ini mencerminkan ketidakpastian, namun juga menunjukkan tingkat keyakinan yang jauh lebih kuat terhadap harga enam digit dibandingkan siklus pasar sebelumnya.
Sentimen institusional saat ini bersifat hati-hati. Meskipun terjadi akumulasi yang konsisten dari perusahaan-perusahaan besar yang membeli lebih banyak Bitcoin daripada yang ditambang, arus keluar ETF jangka pendek dan sentimen "ketakutan ekstrem" di pasar saat ini menunjukkan adanya rotasi defensif modal dalam ruang kripto.
Faktor Makroekonomi dan Peran "Emas Digital"
Lintasan Bitcoin semakin terkait erat dengan kondisi makroekonomi global. Tiga faktor utama yang akan membentuk pergerakan harga menuju tahun 2026 adalah:
1. Kebijakan Suku Bunga The Fed
Pelonggaran moneter atau penurunan suku bunga dari Federal Reserve AS cenderung positif untuk aset berisiko seperti Bitcoin. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman dan mendorong investor menjauhi instrumen berimbal hasil rendah (seperti obligasi pemerintah) dan beralih ke aset dengan potensi pertumbuhan tinggi. Sebaliknya, kebijakan pengetatan yang agresif atau suku bunga tinggi yang berkepanjangan dapat membatasi kenaikan jangka pendek BTC.
2. Adopsi Institusional dan Arus Masuk ETF Spot
Persetujuan ETF Bitcoin spot AS telah mengubah struktur pasar secara fundamental, menyediakan cara yang efisien bagi investor tradisional untuk mendapatkan eksposur terhadap BTC. Arus masuk yang kuat dan berkelanjutan ke dalam ETF ini berfungsi sebagai penopang harga dan dapat mempercepat momentum kenaikan. Citigroup, Standard Chartered, dan JPMorgan telah menetapkan target harga $150.000 hingga $189.000 untuk tahun 2026, yang sebagian besar didorong oleh proyeksi permintaan ETF yang berkelanjutan dan perbandingan nilai Bitcoin yang disesuaikan dengan volatilitas terhadap emas.
3. Inflasi dan Dinamika Pasokan
Jika inflasi tetap tinggi, narasi Bitcoin sebagai "uang keras" (hard money) atau lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat dapat menguat. Dengan pasokan maksimum 21 juta koin yang terprogram, kelangkaannya yang melekat menjadikannya pilihan menarik di tengah kekhawatiran ekonomi global.
Analisis Teknis dan Risiko Penurunan
Dari perspektif teknis, Bitcoin saat ini berada di bawah moving averages utama, menjaga struktur jangka pendek tetap netral hingga bearish. Ada konsensus di antara beberapa analis bahwa zona support kritis berada di sekitar $88.000–$90.000. Namun, zona antara $70.000 dan $90.000 ini kekurangan konsolidasi historis, membuatnya rentan terhadap koreksi yang lebih dalam jika support tersebut ditembus.
Beberapa analis, seperti Benjamin Cowen, memperingatkan bahwa tahun 2026 bisa menjadi "tahun istirahat" atau bahkan tahun penurunan yang signifikan (down year) yang mengikuti siklus historis pasar kripto, dengan harga berpotensi turun ke kisaran $65.000 atau bahkan lebih rendah sebelum siklus baru dimulai. Namun, banyak model lain memproyeksikan target yang lebih tinggi, dengan beberapa analis menargetkan kisaran $120.000 hingga $170.000 sebagai hasil yang paling realistis.
Kesimpulan
Jalan menuju $100.000 sebelum 2026 sangat mungkin terjadi, didukung oleh fundamental jangka panjang seperti adopsi institusional, kelangkaan pasokan, dan potensi pelonggaran makroekonomi. Namun, pasar masih menghadapi risiko signifikan dari volatilitas, kondisi likuiditas, dan ketidakpastian regulasi. Bagi investor, pesannya adalah bersiap menghadapi volatilitas tetapi memposisikan diri untuk potensi kenaikan.
#bitcoin