Di tengah riuhnya suasana politik dan pasar global, Bitcoin ( $BTC ) menunjukkan daya tahan luar biasa! Setelah sempat tertekan, harga BTC justru berhasil membal (rebound) ke kisaran $78,2K dari sebelumnya $76,3K.
.
Padahal, momen ini terjadi persis menjelang Pemilu Sela (Midterms) AS dan hanya tiga hari pasca arus keluar (outflow) ETF Bitcoin terbesar sejak Juni lalu!
.
Fakta Penting yang Terjadi di Pasar:
- Politik Panas AS (3 Nov): Seluruh 435 kursi DPR dan 35 kursi Senat AS diperebutkan. Lembaga analisis TD Cowen menilai hasil pemilu ini bisa memengaruhi nasib Rancangan Undang-Undang (RUU) struktur pasar kripto di Senat.
- Outflow ETF Jumbo: ETF Spot Bitcoin mencatat penarikan dana bersih sebesar -$643,3 Juta dalam sehari pada hari Jumat lalu. ETF milik BlackRock (IBIT) berkurang -$233,7 Juta dan Fidelity (FBTC) -$201 Juta.
- Pemicu Utama: Ketakutan pasar sempat dipicu oleh kabar peretasan bursa Binance senilai ~$6,3 Miliar pada 29 Oktober.
- Bukan Kapitulasi: Analis dari The Block menggarisbawahi bahwa penarikan $643M tersebut sebenarnya kurang dari 1% dari total aset ETF. Ini adalah aksi penyesuaian risiko (de-risking), bukan aksi lepas tangan penuh (capitulation).
.
3 Hal Menarik untuk Dicermati:
1️⃣ Daya Serap Pasar yang Kuat
Meski terjadi penarikan dana ETF terbesar dalam 4 bulan terakhir, harga $BTC justru tidak ambruk dan cepat pulih. Ini menandakan ada pembeli lain di pasar (spot) yang siap menyerap tekanan jual Wall Street.
.
2️⃣ Siklus 4 Tahunan vs Isu Pemilu
Koreksi harga di tahun pemilu sela sering kali lebih dipengaruhi oleh pola siklus empat tahunan Bitcoin itu sendiri, ketimbang semata-mata hasil pemungutan suara politik.
.
3️⃣ Kepastian Regualsi di Senat
Hasil pemilu AS akan menentukan seberapa cepat RUU aturan kripto disahkan. Kepastian hukum dari pemerintah AS tetap menjadi kunci utama masuknya modal institusi jangka panjang.
.
Apakah efek Pemilu AS bakal mendorong $BTC menembus rekor baru, atau pasar masih butuh waktu untuk konsolidasi?