#SNBNEWSDAILY
$BTC
Indikator Buffett Beri Sinyal Bahaya, Bear Market Pasti Terjadi?**
Indikator valuasi legendaris milik Warren Buffett kini kembali memperlihatkan tanda bahaya terbesar sejak era dot-com. Rasio total kapitalisasi pasar saham AS terhadap PDB telah melonjak ke level 233,7%, yang menunjukkan pasar berada jauh di atas nilai wajar ekonominya.
Menurut Gieger Capital, Buffett pernah menegaskan jika rasio ini mendekati angka 200%, investor sedang bermain api. Kini levelnya bahkan melewati batas tersebut, sehingga pasar berpotensi masuk fase koreksi tajam atau bear market berkepanjangan.
Sinyal peringatan ini mulai terlihat di pasar aset crypto, yang sudah kehilangan sekitar US$790 miliar sejak Oktober. Kapitalisasi pasar crypto turun dari US$4,22 triliun menjadi US$3,43 triliun dan menghapus seluruh kenaikan sejak awal 2025.
Di sisi lain, meski investor global sibuk mengincar aset digital, saham teknologi dan AI, Buffett justru menambah porsi T-bills dan menumpuk kas lebih dari US$382 miliar.
Buffett menyukai T-bills karena sifatnya yang likuid dan bisa dicairkan dengan cepat, sehingga ia dapat membeli saham lebih banyak ketika pasar sedang jatuh.
Buffett juga memperbesar tumpukan kas hingga menyentuh US$382 miliar tanpa langsung menempatkannya ke aset tertentu. Banyak analis menilai, langkah ini menandakan ia tengah menunggu koreksi pasar besar-besaran.
“Saat orang lain rakus, saya justru berhati-hati. Tapi ketika banyak orang takut, di situlah saya berani mengambil peluang,” ujar Buffett.
$BTC
Indikator Buffett Beri Sinyal Bahaya, Bear Market Pasti Terjadi?**
Indikator valuasi legendaris milik Warren Buffett kini kembali memperlihatkan tanda bahaya terbesar sejak era dot-com. Rasio total kapitalisasi pasar saham AS terhadap PDB telah melonjak ke level 233,7%, yang menunjukkan pasar berada jauh di atas nilai wajar ekonominya.
Menurut Gieger Capital, Buffett pernah menegaskan jika rasio ini mendekati angka 200%, investor sedang bermain api. Kini levelnya bahkan melewati batas tersebut, sehingga pasar berpotensi masuk fase koreksi tajam atau bear market berkepanjangan.
Sinyal peringatan ini mulai terlihat di pasar aset crypto, yang sudah kehilangan sekitar US$790 miliar sejak Oktober. Kapitalisasi pasar crypto turun dari US$4,22 triliun menjadi US$3,43 triliun dan menghapus seluruh kenaikan sejak awal 2025.
Di sisi lain, meski investor global sibuk mengincar aset digital, saham teknologi dan AI, Buffett justru menambah porsi T-bills dan menumpuk kas lebih dari US$382 miliar.
Buffett menyukai T-bills karena sifatnya yang likuid dan bisa dicairkan dengan cepat, sehingga ia dapat membeli saham lebih banyak ketika pasar sedang jatuh.
Buffett juga memperbesar tumpukan kas hingga menyentuh US$382 miliar tanpa langsung menempatkannya ke aset tertentu. Banyak analis menilai, langkah ini menandakan ia tengah menunggu koreksi pasar besar-besaran.
“Saat orang lain rakus, saya justru berhati-hati. Tapi ketika banyak orang takut, di situlah saya berani mengambil peluang,” ujar Buffett.
