Saya masih ingat jelas tanggal 31 Maret 2024—hari di mana saya membeli Bitcoin pertama saya. Tentu saja, ini bukan keputusan impulsif yang saya ambil begitu saja. Sebelum melakukan pembelian, saya sudah menghabiskan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, untuk meyakinkan diri sendiri. Saya membaca berbagai artikel, menonton video edukasi, dan berusaha memahami apa sebenarnya Bitcoin itu. Seperti orang kebanyakan yang baru terjun ke dunia cryptocurrency, rasa takut dan keraguan terus menghantui. Tapi di sisi lain, ada rasa penasaran yang lebih besar—sebuah dorongan untuk "mengerti" lebih jauh tentang teknologi baru yang, kabarnya, akan mengubah dunia keuangan.
Setelah akhirnya membeli Bitcoin pertama saya, saya pikir perjalanan belajar saya sudah selesai. Ternyata, saya salah besar. Ketika itu, saya baru mendengar tentang "halving Bitcoin"—sebuah peristiwa penting yang terjadi setiap empat tahun sekali, dan secara kebetulan halving ke-4 akan terjadi pada 21 April 2024, hanya beberapa minggu setelah pembelian pertama saya.
Awalnya, saya tidak benar-benar memahami apa itu halving. Setelah membaca lebih lanjut, saya mulai memahami bahwa halving adalah momen di mana reward untuk penambang Bitcoin dipotong setengahnya, yang secara langsung mengurangi laju suplai Bitcoin yang baru di pasar. Banyak orang berspekulasi bahwa halving ini seringkali menjadi pemicu kenaikan harga Bitcoin beberapa bulan hingga tahun setelahnya, karena semakin terbatasnya suplai.
Pengetahuan tentang halving ini mengubah cara saya memandang investasi Bitcoin. Saya mulai berpikir, "Jika harga Bitcoin bisa naik setelah halving, mengapa saya tidak mencoba membeli lebih banyak saat harga masih terjangkau?" Maka dari situ, saya mulai rutin membeli Bitcoin secara berkala, tanpa benar-benar memperhatikan analisis teknikal. Saya hanya mengikuti insting dan prinsip sederhana: jika harga turun dan saya punya uang, saya akan membelinya. Sejujurnya, ini mungkin adalah salah satu keputusan paling konyol yang pernah saya buat. Saya tidak punya pengetahuan mendalam tentang pola grafik, indikator teknis, atau apapun yang bisa membantu memaksimalkan keuntungan. Tapi saya merasa, selama saya memiliki keyakinan terhadap potensi jangka panjang Bitcoin, membeli saat harga rendah adalah langkah yang masuk akal.
Dalam perjalanan ini, saya juga mengalami banyak momen ketidakpastian. Kadang saya bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya sudah terlalu banyak membeli? Apakah harga akan turun lebih jauh lagi?” Tapi semakin banyak saya belajar tentang Bitcoin, semakin kuat keyakinan saya bahwa ini adalah aset yang layak dipegang untuk jangka panjang.
Menariknya, setelah beberapa bulan membeli Bitcoin dengan metode "beli saat murah", saya mulai mengubah pendekatan saya. Saya tidak lagi tergesa-gesa membeli setiap kali harga turun. Kali ini, saya belajar untuk lebih sabar, menunggu hingga saya merasa harga benar-benar berada di titik terendah. Bukannya panik saat harga jatuh, saya justru mulai merasa lebih tenang, karena saya tahu bahwa fluktuasi harga adalah bagian dari siklus alami Bitcoin.
Satu hal yang sekarang menjadi prinsip saya: saya dedikasikan diri untuk mempelajari Bitcoin lebih dalam lagi hingga halving ke-5 yang diprediksi terjadi di tahun 2028. Saya ingin mengerti lebih dari sekadar harga dan tren jangka pendek. Saya ingin memahami bagaimana teknologi blockchain, Bitcoin, dan sistem keuangan desentralisasi ini dapat berdampak pada dunia di masa depan.
Bagi saya, investasi dalam Bitcoin bukan hanya tentang mencari keuntungan finansial. Ini adalah perjalanan intelektual dan mental, di mana saya belajar tentang kesabaran, keyakinan, dan pentingnya memahami sesuatu secara mendalam sebelum mengambil keputusan. Bitcoin telah membuka pintu bagi saya untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda, dan saya bertekad untuk terus mendalami perjalanan ini hingga halving berikutnya.
Dengan segala tantangan dan pembelajaran yang saya alami, satu hal yang pasti: ini bukan sekadar soal uang. Ini tentang dedikasi, pengetahuan, dan keyakinan dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Saya menantikan halving ke-5 dan segala hal yang akan saya pelajari di sepanjang perjalanan ini.
