Binance Square

blockchainconsensus

1,014 مشاهدات
5 يقومون بالنقاش
mufid49
·
--
عرض الترجمة
Macam macam algoritma konsensus pada blockchainBerikit ini penjelasan tentang masing-masing algoritma konsensus yang umum digunakan di blockchain: 1. Proof of Work (PoW): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator (miner) untuk menyelesaikan puzzle matematika yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Miner harus menggunakan kekuatan komputasi untuk menyelesaikan puzzle matematika, dan yang pertama menyelesaikan puzzle akan mendapatkan hak untuk menciptakan blok baru dan menerima reward. - Kelebihan: Aman dari serangan, karena memerlukan kekuatan komputasi yang besar untuk menyerang jaringan. - Kekurangan: Menggunakan banyak energi dan dapat menyebabkan centralisasi pada node-node yang memiliki kekuatan komputasi besar. - Contoh: Bitcoin, Ethereum (sebelum Ethereum 2.0), Litecoin, Monero. 2. Proof of Stake (PoS): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan jumlah koin yang mereka pegang dan "stake" untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki jumlah koin yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat mengurangi centralisasi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan. - Contoh: Ethereum 2.0, Tezos, Cosmos, Polkadot. 3. Delegated Proof of Stake (DPoS): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk memilih delegasi (block producer) yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Pengguna memilih delegasi berdasarkan reputasi dan kinerja mereka, dan delegasi yang dipilih akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih demokratis dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada delegasi yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: EOS, Tron, Steem, BitShares. 4. Proof of Authority (PoA): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan identitas dan reputasi mereka untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki identitas dan reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: VeChain, POA Network, xDai. 5. Proof of Capacity (PoC): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan kapasitas penyimpanan hard drive untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar. - Contoh: Chia Network, Filecoin. 6. Proof of Burn (PoB): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator untuk "membakar" sejumlah koin untuk membuktikan komitmen mereka pada jaringan dan memvalidasi transaksi. - Cara kerja: Validator yang "membakar" koin akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi inflasi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan. - Contoh: Slimcoin, Counterparty. 7. Proof of Elapsed Time (PoET): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan waktu tunggu acak untuk menentukan validator yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Hyperledger Sawtooth, Intel SGX. 8. Leased Proof of Stake (LPoS): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk menyewakan koin mereka kepada node validator untuk meningkatkan peluang mereka dalam memvalidasi transaksi. - Cara kerja: Pengguna yang menyewakan koin mereka akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Waves, Nxt. 9. Proof of Activity (PoA): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggabungkan PoW dan PoS untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki kekuatan komputasi yang besar dan memiliki koin yang banyak akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Decred, Espers. 10. Byzantine Fault Tolerance (BFT): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang dirancang untuk mencapai konsensus dalam sistem terdistribusi yang memiliki node yang tidak dapat dipercaya. - Cara kerja: Node-node yang memiliki reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi. - Contoh: Hyperledger Fabric, Stellar, Ripple. 11. Directed Acyclic Graph (DAG): - Deskripsi: Struktur data yang memungkinkan transaksi diproses secara paralel dan tidak memerlukan blok. - Cara kerja: Transaksi yang baru akan divalidasi oleh node-node yang ada dalam jaringan dan kemudian ditambahkan ke dalam struktur DAG. - Kelebihan: Lebih cepat dan dapat meningkatkan skalabilitas. - Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi. - Contoh: IOTA, Nano, Byteball. 12. Proof of Importance (PoI): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan kepentingan mereka dalam jaringan. - Cara kerja: Validator yang memiliki kepentingan yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: NEM. 13. Proof of Weight (PoW): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan "berat" mereka dalam jaringan. - Cara kerja: Validator yang memiliki "berat" yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Algorand. Setiap algoritma konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan, serta digunakan dalam berbagai kasus dan aplikasi blockchain yang berbeda-beda. Pemilihan algoritma konsensus yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan, skalabilitas, dan efisiensi jaringan blockchain. #BlockchainConsensus #AlgoritmaKonsensus #proofofwork #ProofOfStake #BlockchainTechnology

Macam macam algoritma konsensus pada blockchain

Berikit ini penjelasan tentang masing-masing algoritma konsensus yang umum digunakan di blockchain:
1. Proof of Work (PoW):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator (miner) untuk menyelesaikan puzzle matematika yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Miner harus menggunakan kekuatan komputasi untuk menyelesaikan puzzle matematika, dan yang pertama menyelesaikan puzzle akan mendapatkan hak untuk menciptakan blok baru dan menerima reward.
- Kelebihan: Aman dari serangan, karena memerlukan kekuatan komputasi yang besar untuk menyerang jaringan.
- Kekurangan: Menggunakan banyak energi dan dapat menyebabkan centralisasi pada node-node yang memiliki kekuatan komputasi besar.
- Contoh: Bitcoin, Ethereum (sebelum Ethereum 2.0), Litecoin, Monero.
2. Proof of Stake (PoS):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan jumlah koin yang mereka pegang dan "stake" untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki jumlah koin yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat mengurangi centralisasi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan.
- Contoh: Ethereum 2.0, Tezos, Cosmos, Polkadot.
3. Delegated Proof of Stake (DPoS):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk memilih delegasi (block producer) yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Pengguna memilih delegasi berdasarkan reputasi dan kinerja mereka, dan delegasi yang dipilih akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih demokratis dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada delegasi yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: EOS, Tron, Steem, BitShares.
4. Proof of Authority (PoA):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan identitas dan reputasi mereka untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki identitas dan reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: VeChain, POA Network, xDai.
5. Proof of Capacity (PoC):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan kapasitas penyimpanan hard drive untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar.
- Contoh: Chia Network, Filecoin.
6. Proof of Burn (PoB):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator untuk "membakar" sejumlah koin untuk membuktikan komitmen mereka pada jaringan dan memvalidasi transaksi.
- Cara kerja: Validator yang "membakar" koin akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi inflasi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan.
- Contoh: Slimcoin, Counterparty.
7. Proof of Elapsed Time (PoET):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan waktu tunggu acak untuk menentukan validator yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Hyperledger Sawtooth, Intel SGX.
8. Leased Proof of Stake (LPoS):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk menyewakan koin mereka kepada node validator untuk meningkatkan peluang mereka dalam memvalidasi transaksi.
- Cara kerja: Pengguna yang menyewakan koin mereka akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Waves, Nxt.
9. Proof of Activity (PoA):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggabungkan PoW dan PoS untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki kekuatan komputasi yang besar dan memiliki koin yang banyak akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Decred, Espers.
10. Byzantine Fault Tolerance (BFT):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang dirancang untuk mencapai konsensus dalam sistem terdistribusi yang memiliki node yang tidak dapat dipercaya.
- Cara kerja: Node-node yang memiliki reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi.
- Contoh: Hyperledger Fabric, Stellar, Ripple.
11. Directed Acyclic Graph (DAG):
- Deskripsi: Struktur data yang memungkinkan transaksi diproses secara paralel dan tidak memerlukan blok.
- Cara kerja: Transaksi yang baru akan divalidasi oleh node-node yang ada dalam jaringan dan kemudian ditambahkan ke dalam struktur DAG.
- Kelebihan: Lebih cepat dan dapat meningkatkan skalabilitas.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi.
- Contoh: IOTA, Nano, Byteball.
12. Proof of Importance (PoI):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan kepentingan mereka dalam jaringan.
- Cara kerja: Validator yang memiliki kepentingan yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: NEM.
13. Proof of Weight (PoW):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan "berat" mereka dalam jaringan.
- Cara kerja: Validator yang memiliki "berat" yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Algorand.
Setiap algoritma konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan, serta digunakan dalam berbagai kasus dan aplikasi blockchain yang berbeda-beda. Pemilihan algoritma konsensus yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan, skalabilitas, dan efisiensi jaringan blockchain.
#BlockchainConsensus #AlgoritmaKonsensus #proofofwork #ProofOfStake #BlockchainTechnology
·
--
صاعد
التوافق الآمن: كيف يحافظ Polygon PoS على نزاهة الشبكة $ONDO تستخدم سلسلة Polygon PoS مجموعة من حوالي 100 مدقق تم انتخابهم من قبل حاملي MATIC. يقوم المدققون برهن MATIC للمشاركة في التوافق وكسب المكافآت بـ MATIC. تضمن هذه الآلية المعتمدة على الرهن أمان وموثوقية سلسلة Polygon PoS الجانبية. $BTC من خلال لامركزية التحقق، تحقق Polygon القابلية للتوسع دون المساس بالثقة. في اقتصاد الكريبتو المتزايد، يُعتبر التوافق المدفوع من قبل المدققين مفتاحاً للحفاظ على الأداء والأمان. $KITE #PolygonPoS #MATIC #CryptoSecurity #BlockchainConsensus {future}(ONDOUSDT) {future}(KITEUSDT) {spot}(BTCUSDT)
التوافق الآمن: كيف يحافظ Polygon PoS على نزاهة الشبكة $ONDO
تستخدم سلسلة Polygon PoS مجموعة من حوالي 100 مدقق تم انتخابهم من قبل حاملي MATIC.
يقوم المدققون برهن MATIC للمشاركة في التوافق وكسب المكافآت بـ MATIC.
تضمن هذه الآلية المعتمدة على الرهن أمان وموثوقية سلسلة Polygon PoS الجانبية. $BTC
من خلال لامركزية التحقق، تحقق Polygon القابلية للتوسع دون المساس بالثقة.
في اقتصاد الكريبتو المتزايد، يُعتبر التوافق المدفوع من قبل المدققين مفتاحاً للحفاظ على الأداء والأمان. $KITE
#PolygonPoS #MATIC #CryptoSecurity #BlockchainConsensus
PlasmaBFT: محرك التوافق الذي يدعم معاملات العملات المستقرةعندما يتحدث الناس عن أداء البلوكشين، فإن التوافق هو مصطلح يُشار إليه كثيرًا ولكنه نادرًا ما يتم وصفه بشكل دقيق. ومع ذلك، في سياق شبكة تسعى لدعم العملات المستقرة والمعاملات المالية، فإن التوافق هو الفرق بين المبدأ والقابلية الفعلية للاستخدام. لدى Plasma مجموعة من قواعد التوافق تُعرف باسم PlasmaBFT، والتي تم تصميمها بهدف واحد في الاعتبار: توفير أداء موثوق في بيئات اقتصادية حقيقية. PlasmaBFT هو خوارزمية توافق مقاومة للأخطاء البيزنطية. بعبارات بسيطة، يعني ذلك أن الشبكة ستستمر في العمل بشكل فعال حتى لو فشل بعض المدققين أو تصرفوا بدين سيء. لقد تم استخدام هذا النهج لسنوات في الشبكات الموزعة حيث تكون الأخطاء مكلفة وتعتبر الافتراضات يجب أن تكون واقعية. في سياق معاملات العملات المستقرة، حيث يتحرك المال بسرعة وبكميات كبيرة، فإن هذا المستوى من الحماية مهم.

PlasmaBFT: محرك التوافق الذي يدعم معاملات العملات المستقرة

عندما يتحدث الناس عن أداء البلوكشين، فإن التوافق هو مصطلح يُشار إليه كثيرًا ولكنه نادرًا ما يتم وصفه بشكل دقيق. ومع ذلك، في سياق شبكة تسعى لدعم العملات المستقرة والمعاملات المالية، فإن التوافق هو الفرق بين المبدأ والقابلية الفعلية للاستخدام. لدى Plasma مجموعة من قواعد التوافق تُعرف باسم PlasmaBFT، والتي تم تصميمها بهدف واحد في الاعتبار: توفير أداء موثوق في بيئات اقتصادية حقيقية.

PlasmaBFT هو خوارزمية توافق مقاومة للأخطاء البيزنطية. بعبارات بسيطة، يعني ذلك أن الشبكة ستستمر في العمل بشكل فعال حتى لو فشل بعض المدققين أو تصرفوا بدين سيء. لقد تم استخدام هذا النهج لسنوات في الشبكات الموزعة حيث تكون الأخطاء مكلفة وتعتبر الافتراضات يجب أن تكون واقعية. في سياق معاملات العملات المستقرة، حيث يتحرك المال بسرعة وبكميات كبيرة، فإن هذا المستوى من الحماية مهم.
سجّل الدخول لاستكشاف المزيد من المُحتوى
استكشف أحدث أخبار العملات الرقمية
⚡️ كُن جزءًا من أحدث النقاشات في مجال العملات الرقمية
💬 تفاعل مع صنّاع المُحتوى المُفضّلين لديك
👍 استمتع بالمحتوى الذي يثير اهتمامك
البريد الإلكتروني / رقم الهاتف